, ,

Pemuda Katolik Apresiasi Langkah Nyata Prabowo: Komite Eksekutif Papua Diharapkan Jadi Katalisator Perubahan

INFO Kumurkek- Langkah strategis Presiden Prabowo Subianto membentuk Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Otsus Papua mendapat sambutan positif dari berbagai kalangan, salah satunya dari Pengurus Pusat (PP) Pemuda Katolik. Mereka menilai langkah ini bukan sekadar kebijakan administratif belaka, melainkan sebuah wujud nyata dan komitmen serius pemerintah pusat untuk mendengarkan dan mempercepat pembangunan di Bumi Cendrawasih.

Komite Khusus Prabowo Untuk Percepat Otsus Papua
Komite Khusus Prabowo Untuk Percepat Otsus Papua

Baca Juga : Petualangan Ilmu Yang Merangkul Siswa Papua

Komite yang resmi dilantik di Istana Negara, Jakarta, pada Rabu, 8 Oktober 2025, ini dipandang sebagai sebuah terobosan baru dalam pendekatan pembangunan Papua. Ketua Umum PP Pemuda Katolik, Stefanus Gusma, dalam pernyataannya menyampaikan apresiasi yang tinggi atas inisiatif Presiden Prabowo ini.

“Kami menyambut baik dan mengucapkan selamat atas terpilihnya para tokoh yang tergabung dalam Komite Eksekutif. Langkah Presiden membentuk komite ini adalah bukti nyata kepedulian dan perhatian beliau terhadap isu-isu strategis dan kompleks yang dihadapi oleh masyarakat di Tanah Papua,” tegas Gusma.

Lebih dari sekadar ucapan selamat, Gusma menyampaikan harapan yang mendalam agar komite ini dapat berfungsi secara optimal. “Harapan kami, komite ini dapat bekerja secara maksimal, efektif, dan kolaboratif.

Komposisi Tim yang Tepat dan Berpengalaman

Kekuatan dari komite ini tidak lepas dari sosok-sosok yang terpilih untuk mengisinya. Pendapat ini turut diungkapkan oleh Melkior Sitokdana, Ketua Departemen Gugus Tugas Papua PP Pemuda Katolik. Menurutnya, Presiden Prabowo telah melakukan langkah yang jitu dengan memilih anggota komite yang dinilai sangat memahami seluk-beluk Papua.

“Kami mengapresiasi tinggi pemilihan para anggota komite yang memiliki pemahaman mendalam dan holistik terhadap kondisi sosial, budaya, ekonomi, serta dinamika pembangunan di Papua. Mereka bukanlah figur yang asing; mereka adalah putra-putri terbaik Papua yang telah lama berkecimpung dan memahami kompleksitas persoalan di sana,” ujar Melkior.

“Kami berharap ke depan dapat terbangun sinergi yang solid antara Komite Eksekutif dan Gugus Tugas Papua Pemuda Katolik. Bersama-sama, kita dapat merumuskan dan mendorong program-program yang konkret, berpihak pada rakyat, dan berorientasi pada kemajuan serta kesejahteraan berkelanjutan bagi seluruh masyarakat Papua,” tambahnya.

Rekam Jejak Pemuda Katolik dalam Mendampingi Papua

Komitmen Pemuda Katolik terhadap Papua bukanlah hal baru. Sejak tiga tahun yang lalu, organisasi ini telah membentuk Gugus Tugas Khusus Papua yang secara aktif terlibat dalam berbagai kegiatan. Jejak kerja mereka telah menyentuh beberapa bidang krusial, seperti:

  • Pemberdayaan Ekonomi: Membantu menciptakan lapangan kerja dan menguatkan ekonomi lokal.

  • Penguatan Literasi Digital: Mempersiapkan generasi muda Papua untuk menghadapi era digital.

  • Kolaborasi dengan Gereja dan Lembaga Lain: Menjadi jembatan dan mitra strategis bagi berbagai pihak yang peduli terhadap pembangunan Papua.

Dengan rekam jejak ini, dukungan dan tawaran sinergi dari Pemuda Katolik kepada Komite Eksekutif baru ini menjadi sangat relevan dan berdasar.

Siapa Saja Anggota Penting Komite Eksekutif Papua?

Pembentukan Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua ini berdasarkan pada Keppres Nomor 110P Tahun 2025. Presiden Prabowo menunjuk Velix Vernando Wanggai sebagai Ketua Komite.

Yang menarik, komite ini beranggotakan sepuluh tokoh yang berasal dari latar belakang yang beragam, mulai dari mantan pejabat pemerintah hingga figur publik, menunjukkan pendekatan yang inklusif. Beberapa nama yang familiar di antaranya:

  1. Velix Vernando Wanggai (Ketua)

  2. John Wempi Wetipo (Mantan Wakil Menteri Dalam Negeri)

  3. Ignatius Yogo Triyono

  4. Paulus Waterpauw

  5. Ribka Haluk (Mantan Wakil Menteri Dalam Negeri)

  6. Ali Hamdan Bogra

  7. Gracia Josaphat Jobel Mambrasar

  8. Yani

  9. John Gluba Gebze

  10. Johnson Estrella Sihasale atau Ari Sihasale (Selebritas dan Aktivitas Sosial)

Sinergi Konkret dan Langkah Ke Depan: Pemuda Katolik Siap Berkolaborasi untuk Papua

Selanjutnya, Pemuda Katolik tidak hanya berhenti pada pernyataan apresiasi. Organisasi ini secara proaktif menyiapkan langkah-langkah nyata untuk mendukung kerja komite. Sebagai tindak lanjut dari pembentukan komite ini, Pemuda Katolik berencana mengadakan forum dengar pendapat bersama para anggotanya.

Pada akhirnya, tujuan dari seluruh upaya ini adalah membawa dampak langsung bagi masyarakat Papua. Oleh karena itu, Gugus Tugas Papua Pemuda Katolik akan memfokuskan energi pada program pendampingan masyarakat di tingkat akar rumput.

Sebagai contoh, program literasi digital yang telah berjalan akan mereka skalakan dan sesuaikan dengan rekomendasi dari komite. Selain itu, mereka juga akan memperkuat program pemberdayaan ekonomi kreatif yang memanfaatkan kekayaan budaya dan sumber daya alam lokal Papua.

Di sisi lain, kolaborasi dengan figur publik seperti Ari Sihasale dalam komitee membuka peluang baru. Dengan demikian, kampanye publik tentang perdamaian dan kemajuan Papua dapat menjangkau audiens yang lebih luas dan segmen masyarakat yang lebih beragam.

Singkatnya, pembentukan ini memantik optimisme baru. Akibatnya, semua pihak kini bergerak dengan semangat dan peta jalan yang lebih jelas.

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.