, ,

Teror di Pegunungan Papua: Gedung SMP Negeri Kiwirok Lagi-Lagi Jadi Korban Pembakaran KKB

INFO Kumurkek- Aksi brutal kelompok kriminal bersenjata (KKB) kembali meneror dunia pendidikan di tanah Papua. Bangunan SMP Negeri Kiwirok di Distrik Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua Pegunungan, untuk kesekian kalinya dilalap si jago merah. Insiden yang terjadi di Desa Sopamikma ini bukanlah yang pertama, menandai sebuah pola teror yang berusaha memutus akses pendidikan bagi anak-anak di wilayah tersebut.

Pola Teror Berulang KKB Kembali Bakar Sekolah Di Kiwirok
Pola Teror Berulang KKB Kembali Bakar Sekolah Di Kiwirok

Baca Juga : Insiden Bersenjata Di Papua Tewaskan Dua Prajurit Penjaga Kedaulatan

Berdasarkan konfirmasi dari Kepala Operasi Damai Cartenz, Brigjen Faizal Ramadhani, pelaku pembakaran adalah KKB yang tergabung dalam Kodap XV pimpinan Ngalum Kupel. “Bangunan lama SMP Negeri Kiwirok dibakar oleh KKB di bawah pimpinan Ngalum Kupel. Ini adalah aksi yang sangat kita kutuk karena menyasar masa depan anak-anak,” ujar Faizal.

Aksi Pembakaran dan Buntut Kontak Senjata

Laporan dari lapangan menyebutkan bahwa aparat keamanan menyaksikan setidaknya tujuh orang anggota KKB terlibat langsung dalam aksi pembakaran sekolah tersebut. Gedung yang seharusnya menjadi tempat menimba ilmu itu pun tak berdaya dilalap kobaran api, menyisakan kepiluan dan trauma bagi warga.

Merespons laporan tersebut, personel Satgas Operasi Damai Cartenz pun segera bergerak cepat menuju lokasi kejadian. Namun, situasi justru memanas ketika pasukan berada di ujung Bandara Kiwirok. “Sesaat setelah personel tiba, terdengar satu kali letusan tembakan yang berasal dari arah lokasi pembakaran,” jelas Brigjen Faizal.

Insiden tembak-menembak pun tak terelakkan antara aparat keamanan dan anggota KKB. Dalam baku tembak yang terjadi, tim gabungan berhasil mendesak dan memukul mundur kelompok bersenjata tersebut. Para pelaku dilaporkan melarikan diri menuju arah Kampung Kotobib.

Sejarah Kelam yang Berulang dan Pengejaran Para Terduga

Yang membuat hati miris, ini bukanlah kali pertama SMP Negeri Kiwirok mengalami nasib tragis. Sekolah yang menjadi simbol harapan bagi generasi muda di Pegunungan Bintang ini sebelumnya juga pernah menjadi sasaran pembakaran oleh kelompok yang sama. Pola repetitif ini menunjukkan tantangan keamanan yang kompleks dan upaya sistematis untuk menciptakan ketakutan serta melumpuhkan sektor pendidikan.

Pasca insiden, aparat keamanan telah mengidentifikasi dan memburu setidaknya 16 terduga pelaku yang didalangi oleh Ngalum Kupel. Kelompok ini disebut sebagai otak di balik serangan dan pembakaran yang terjadi. Saat ini, para pelaku masih dalam pelarian setelah melarikan diri dari lokasi kejadian. Operasi pengejaran dan penyelidikan intensif terus dilakukan untuk menangkap dan memproses mereka sesuai hukum yang berlaku.

Insiden ini kembali menyoroti kerentanan wilayah pedalaman Papua dan betapa mahalnya harga yang harus dibayar untuk menegakkan hak dasar anak-anak, yaitu hak untuk memperoleh pendidikan dalam lingkungan yang aman dan nyaman. Pembakaran sekolah bukan hanya merusak bangunan fisik, tetapi juga membakar harapan dan masa depan para pelajar yang bersekolah di sana.

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.