Ketegangan di Jayapura: Massa Dua Calon Gubernur Geruduk Kantor KPU Papua – Cek Kondisi Terkini
INFO Kumurkek– Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Papua di kawasan Holtekamp, Kota Jayapura, menjadi pusat kerumunan massa pendukung dua pasangan calon gubernur Papua pada Selasa (19/8/2025). Aksi ini dilakukan sebagai bentuk protes menjelang rapat pleno penetapan hasil perolehan suara dari Kabupaten Biak Numfor, daerah terakhir yang belum menyelesaikan rekapitulasi suara dari total 8 kabupaten dan 1 kota di Papua.
Suasana tegang tercipta ketika massa dari kedua kubu bertemu di lokasi yang sama. Pendukung paslon nomor urut 1, Benhur Tomi Mano – Constant Karma (BTM-CK), bersikeras menuntut agar suara rakyat yang mereka klaim “dicuri” segera dikembalikan. Sementara itu, pendukung paslon nomor urut 2, Mathius Derek Fakhiri – Aryoko Rumaropen (Mari-Yo), mengimbau semua pihak untuk menahan diri dan menghindari provokasi.
Aksi Massa dan Tuntutan Pendukung BTM-CK
Massa pendukung BTM-CK tiba di Kantor KPU Papua dengan membawa spanduk berisi tuntutan, salah satunya bertuliskan:
“KPU Provinsi Papua segera mengambil alih persoalan yang belum terselesaikan di tingkat kota, kabupaten, dan distrik!”

Baca Juga: PT Pertamina Patra Niaga Targetkan 4 Lokasi Baru BBM Satu Harga di Papua-Maluku
“Segera kembalikan suara rakyat yang dicuri!”
Salah seorang orator dari kubu BTM-CK menyampaikan protes keras mereka:
“Kami minta agar suara yang telah diberikan masyarakat kepada BTM-CK dikembalikan. Jangan curangi suara rakyat!”
Mereka juga menuntut agar Ketua KPU Kabupaten Biak Numfor dicopot karena dianggap tidak netral dalam proses rekapitulasi suara. Klaim ketidakadilan dalam penghitungan suara di Biak Numfor menjadi pemicu utama aksi ini.
Respons Kubu Mari-Yo: Imbauan Menahan Diri
Di sisi lain, pendukung pasangan Mathius Derek Fakhiri – Aryoko Rumaropen (Mari-Yo) tampak lebih kalem namun tetap waspada. Mereka meminta agar orasi dari pendukung BTM-CK tidak memancing konflik.
“Orasi pendukung 01 harus diatur dengan bijak, agar tidak menimbulkan kegaduhan dan merusak stabilitas keamanan,” ujar salah satu perwakilan pendukung Mari-Yo.
Mereka menekankan pentingnya menunggu proses hukum dan menghindari tindakan anarkis yang dapat memperkeruh situasi.
Pengamanan Ketat Aparat Keamanan
Menyikapi aksi ini, aparat keamanan telah mengamankan lokasi Kantor KPU Papua untuk mencegah eskalasi konflik. Personel kepolisian dan TNI terlihat berjaga-jaga di sekitar lokasi guna memastikan situasi tetap kondusif.
Hingga berita ini diturunkan, massa dari kedua kubu masih bertahan di depan Kantor KPU Papua. Rapat pleno KPU untuk menetapkan hasil rekapitulasi suara dari Kabupaten Biak Numfor diperkirakan akan berlangsung malam ini.
Apa yang Akan Terjadi Selanjutnya?
Ketegangan politik di Papua menjelang penetapan hasil Pilkada Gubernur ini menjadi ujian bagi demokrasi dan stabilitas keamanan di wilayah tersebut. Beberapa skenario yang mungkin terjadi:
-
KPU Segera Menetapkan Hasil Rekapitulasi
Jika KPU dapat menyelesaikan proses rekapitulasi dengan transparan, diharapkan ketegangan dapat mereda. -
Protes Berlanjut Jika Ada Klaim Kecurangan
Jika salah satu pihak merasa tidak puas, aksi protes bisa berlanjut hingga ke jalur hukum melalui Mahkamah Konstitusi (MK). -
Intervensi Pemerintah Pusat
Dalam situasi kritis, pemerintah pusat mungkin perlu turun tangan untuk mencegah konflik horizontal.



